OJK Putar Otak Cegah Fintech Abal-abal Menjamur

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku masih putar otak mencegah perusahaan financial technology (fintech) abal-abal menjamur. Masalahnya, perusahaan fintech tak berizin itu sebenarnya sudah ditutup, namun muncul lagi memakai nama berbeda.

Selama ini OJK telah menutup 900 fintech abal-abal.

“Bagaimana cegahnya? Itu sulit tapi tidak jadi PR kami saja di OJK. Saya rasa otoritas lain pun juga punya cara,” kata Kepala Inovasi Keuangan Daerah (IKD) OJK Triyono di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/2019).

Untuk saat ini, Triyono menyebut OJK hanya mampu mencegah fintech yang merugikan masyarakat masuk ke tanah air. Pencegahan pun dilakukan dengan gencar sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk mengetahui lebih dalam perusahaan tersebut sebelum mengambil keputusan.

Meski demikian, Triyono mengungkapkan bahwa langkah OJK menutup 900 perusahaan fintech abal-abal menandakan bahwa regulator tidak menutup mata.

“Itu kita temukan 900 sudah hebat juga dengan upaya yang ekstensif. Itu tanda kita tidak diam dan ada di masyarakat,” kata Triyono.

Saat ini ada 46 fintech yang sedang proses uji keandalan bisnis atau tahap regulatory sandbox. Kepala Inovasi Keuangan Digital (IKD) OJK Triyono mengatakan 46 fintech yang sedang uji keandalan bisnis berasal daei 93 perusahaan yang mendaftar

“Jumlah yang masuk ada 93, permohonan inovator,” kata Triyono di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, regulatory sandbox merupakan mekanisme pengujian untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, dan tata kelola perusahaan.

Triyono bilang, 46 fintech ini berasal dari periode pertama yang dibuka pada September 2018 dan periode kedua di Juli 2019. Proses regulatory sandbox ini juga menjadi langkah pihak regulator seperti OJK memberikan payung hukum yang jelas.

“Sebagai regulator OJK mewadahi inovasi dan memagari sektor keuangan supaya tidak terjadi disrupsi, inovasi tidak bisa dibendung namun kita mengendalikan,” jelas dia.

 

Sumber : https://finance.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us!